Minggu, 07 Maret 2010

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bumi kita mengalami peningkatan suhu yang signifikan pada dekade akhir-akhir ini, yang oleh para ilmuan dinyatakan bahwa hal tersebut disebabkan oleh aktivitas manusia. Penyebab utama pemanasan global adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, yang melepas karbondioksida dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfer.

Gas-gas rumah kaca yang dinyatakan paling berkontribusi terhadap gejala pemanasan global adalah CO2, CH4, N2O, NOX, CO, PFC dan SF6. Namun, untuk Indonesia dua gas yang disebut terakhir masih sangat kecil emisinya, sehingga tidak diperhitungkan. Dari kelima gas-gas rumah kaca tersebut di atas, Karbon dioksida (CO2) memberikan kontribusi terbesar terhadap pemanasan global diikuti oleh gas methan (CH4).

Global warming tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita.Bahaya tentang pemanasan global pun banyak orang yang telah mengetahui.Tapi sayangnya pengetahuan tentang itu semua tidak diimbangi dengan kesadaran diri untuk menjadikan bahaya efek rumah kaca sedikit berkurang.Orang-orang masih banyak melakukan perusakan-perusakan terhadap bumi kita.Apa yang sebenarnya terjadi terhadap para sumber daya manusia yang sebenarnya diciptakan untuk mengelola alam dengan sebaik-baiknya.

Untuk itulah penulis memandang sangat perlu menginformasikan pada pembaca mengenai pemanasan global ini, tujuanny tentu saja untuk menyadarkan para pembaca tentang bahaya pemanasan global bgai kehidupan kita di bumi, serta dengan tujuan dapat membantu pembaca untuk ikut aktif berpaprtisipasi dalam mengatasi dan melakukan upaya yang solutif dalam hal pemanasan global ini.

B. Identifikasi Masalah

Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti

1

karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi.

Pemanasan global merupakan akibat yang dipicu oleh kegiatan manusia, terutama yang berkaitan dengan bahan bakar fosil (BBF) dan kegiatan alih-guna lahan. Kegiatan tersebut dapat menghasilkan gas-gas rumah kaca yang makin lama makin banyak jumlahnya di atmosfer.

Pemanasan global berdampak bagi kehidupan kita, sedikit sekali dampak postifnya dan sangat banyak dampak negatif dari pemanasan global itu sendiri.

Melihat begitu banyaknya dampak-dampak negatif serta kerugian yang ditimbulkan, harus diambil tindakan guna mengurangi/mengatasi pemanasan global.

C. Pembatasan Masalah

Jika membahas tentang pemanasan global mungkin akan terlalu luas dan tidak spesifik sehingga tujuan penulisan dari penulis tidak tercapai. Untuk itu dalam makalah ini penulis membatasi masalah yang akan dibahas, penulis akan membahas pemanasan global secara definitif, penyebab pemanasan global itu sendiri, dampak pemanasan global, serta tentunya solusi dari pemanasan global.

D. Perumusan Masalah

Sebagaimana telah dijelaskan pada latar belakang dan identifikasi masalah, maka bahasan pokok yang akan dibahas adalah “ Bagaimana melakukan upaya yang solutif dalam mengatasi pemanasan global agar kehidupan kita tidak semakin mengkhawatirkan akibat adanya dampak buruk yang nyata dari pemanasan global ini.”

E. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberi pengetahuan yang seluas-luasnya baik kepada penulis maupun pembaca untuk memahami dengan baik tentang pemanasan global dan upaya solutif yang dapat digunakan.

2

F. Manfaat / Kegunaan Penulisan

Penulis tentunya sangat berharap makalah ini dapat memiliki manfaat bagi penulis pada umumnya dan bagi pembaca pada khususnya. Manfaat itu tentu saja dapat menambah pengetahuan berupa :

v Pengertian Pemanasan global

v Penyebab Pemanasan Global

v Dampak Pemanasan Global

v Solusi Pemanasan Global

Penulis juga berharap melalui makalah ini pembaca sudah mulai merubah tingkah laku / kebiasaan yang mencermarkan alam atau menambah fatal lagi soal pemanasan global. Pembaca dapat berperan aktif dalam upaya solutif dalam mengatasi pemanasan global.

3

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Pemanasan Global

Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia" melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8.

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. Perbedaan angka perkiraan itu dikarenakan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil. Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

B. Penyebab Pemanasan Global

Pemanasan global merupakan akibat yang dipicu oleh kegiatan manusia, terutama yang berkaitan dengan bahan bakar fosil (BBF) dan kegiatan alih-guna lahan. Kegiatan tersebut dapat menghasilkan gas-gas rumah kaca yang makin lama makin banyak jumlahnya di atmosfer.

4

Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan. Gas rumah kaca yang paling banyak adalah uap air yang mencapai atmosfer akibat penguapan air dari laut, danau dan sungai. Karbondioksida adalah gas terbanyak kedua.

Manusia telah meningkatkan jumlah karbondioksida yang dilepas ke atmosfer ketika mereka membakar bahan bakar fosil, limbah padat, dan kayu untuk menghangatkan bangunan, menggerakkan kendaraan dan menghasilkan listrik. Pada saat yang sama, jumlah pepohonan yang mampu menyerap karbondioksida semakin berkurang akibat perambahan hutan untuk diambil kayunya maupun untuk perluasan lahan pertanian. Hasilnya, pemanasan global yang mengancam kehidupan berbagai flora & fauna di bumi tidak dapat dihindari.

Penyebab pemanasan global lainnya adalah adanya efek umpan balik. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara hingga tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat). Umpan balik ini hanya dapat dibalikkan secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer.

Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersama dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air dibawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.

5

Umpan balik positif (yang menambah pemanasan) akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif.

Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah.

Faktor pertumbuhan penduduk dan pengunaan bahan bakar fosil berkaitan dengan kerusakan hutan (deforestasi). Ketidakseimbangan antara perusakan dan perbaikan tercermin pada kedua faktor tersebut. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah perubahan tata lahan. Pembabatan lahan penyerap karbon harus segera dihentikan untuk menekan pemanasan global.

C. Dampak Pemanasan Global

Pemanasan global juga memberikan “sedikit” dampak positif. Peningkatan suhu rata-rata menyebabkan proses fotosintesis meningkat yang berimplikasi pada peningkatan produksi pangan.

Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik seperti ;

· pelelehan es di kutub

· kenaikan muka air laut

· perluasan gurun pasir

· peningkatan hujan dan banjir

· perubahan iklim

· punahnya flora dan fauna tertentu

· migrasi fauna dan hama penyakit

6

Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi :

· gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai,

· gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara

· gangguan terhadap permukiman penduduk,

· pengurangan produktivitas lahan pertanian,

· peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit.

Namun, terlalu banyak dampak negatif yang diakibatkan oleh pemanasan global. Berbagai penilitian, konferensi, dan seminar telah dilakukan untuk menanggapi kondisi iklim yang semakin memburuk. Adapun dampak-dampak negatif tersebut adalah sebagai berikut.

- Naiknya suhu samudra (Pasifik & Hindia). Hal ini berdampak serius pada ekologi samudra, terutama mengancam kehidupan terumbu karang. Selain itu, suhu lautan yang berubah berakibat pada perubahan arah angin yang secara acak yang akan menyebabkan cuaca sulit diramal.

- Mencairnya salju dan es. Laporan terbaru dari para ahli menunjukkan salju dunia sudah berkurang 10%.

- Naiknya permukaan air laut. Kondisi ini akan mengancam Indonesia sebagai negara kepulauan dengan garis pantai nomor 2 terpanjang di dunia.

- Musim kemarau yang panjang dan tak beraturan.

- Musim hujan yang singkat dengan intensitas tinggi.

- Terjadinya perubahan iklim.

- Air tanah menjadi langka.

- Mempengaruhi gejala El Nino, memungkinkan kekuatan El Nino yang rata-rata terjadi 4 tahun sekali semakin dahsyat. Hal ini diduga kuat sebagai penyebab peningkatan intensitas terjadinya badai yang terjadi akhir-akhir ini.

7

- Mengancam flora & fauna tertentu pada kepunahan. Hasil penelitian pada 2003 silam memaparkan bahwa 50 tahun terakhir ada 1700 jenis hewan dan tumbuhan yang secara bertahap beralih ke dua kutub. Jika tidak mengurangi kecepatan pemanasan global, maka akan banyak makhluk hidup mengalami kepunahan.

- Dalam aspek estetis, hilangnya beberapa tempat yang memberikan pemandangan indah.

-

D. Solusi bagi Pemanasan Global

Melihat begitu banyaknya dampak-dampak negatif serta kerugian yang ditimbulkan, harus diambil tindakan guna mengurangi/mengatasi pemanasan global. Beberapa solusi yang ditawarkan adalah sebagai berikut.

- Menghilangkan karbon. Banyak cara yang dapat dilakukan seperti menanam pepohonan, menggunakan bahan bakar rendah emisi, menyuntikkan gas karbon dioksida ke sumur-sumur minyak, perdagangan karbon, dan lain-lain.

- Meratifikasi Protokol Kyoto. Protolol Kyoto merupakan sebuah persetujuan internasional mengenai pemanasan global. Perjanjian ini bertujuan untuk mengurangi rata-rata emisi dari enam gas rumah kaca - karbon dioksida, metan, nitrous oxide, sulfur heksafluorida, HFC, dan PFC - yang dihitung sebagai rata-rata selama masa lima tahun antara 2008-12.

- Melakukan konservasi hutan.

- Melakukan reboisasi pada 10 negara yang memiliki hutan hujan tropis.

- Mengganti/mencari alternatif energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus menghemat pemakainnya. Salah satu alternatifnya adalah mengembangkan bioenergi melalui tanaman jarak.

Dalam ruang lingkup global, usaha-usaha tersebut harus dilakukan oleh negara-negara maju dan negara-negara berkembang secara bertahap secara berkesinambungan. Namun, jika dilakukan secara global, maka bukan mustahil dampak negatif pemanasan global dapat teratasi seluruhnya

8

Selain solusi diatas ada juga solusi mudah yang dapat kita lakukan, banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai warga Bumi untuk turut berperan serta mengatasi peristiwa Pemanasan Global (Global Warming) dan Perubahan Iklim (Climate Change) yang sedang dialami Bumi, dimulai dari hal-hal kecil yang dapat dilakukan oleh semua orang dari rumah tempat kita tinggal, diantaranya seperti hal-hal berikut ini:

v Hemat Pemakaian Listrik :

Matikan peralatan listrik jika sedang tidak digunakan. Hanya menggunakan peralatan listrik ketika kita membutuhkannya. Tidak menggunakan peralatan yang menggunakan listrik; jika dapat dengan mudah dilakukan dengan tangan, seperti membuka kaleng, botol dsb. Hubungkan lampu di halaman rumah dengan sebuah alat pengatur waktu (timer) atau fotocel sinar matahari. Gunakan jenis lampu fluorescent dan lampu hemat energi untuk menghemat listrik. Jenis lampu hemat energi akan memangkas 80 % boros listrik daripada lampu pijar.

Matikan peralatan listrik dan gunakan penerangan seminimal mungkin di malam hari ketika akan pergi tidur. Matikan pemanas air sebelum Anda berangkat untuk pergi berlibur. Ganti kulkas lama jika sudah boros listrik dan jangan lupa defrost kulkas anda secara teratur. Bersihkan dan keluarkan barang/makanan yang tidak perlu dari kulkas setiap minggu. Jangan masukkan makanan panas di dalam lemari es. Jangan terlalu sering dan dalam waktu lama membuka pintu lemari es, karena akan boros listrik.

v Hemat Pemakaian Air :

Jangan mencuci piring dengan air yang mengalir terus menerus. Jangan menggosok gigi, juga dengan kran air yang mengalir, karena air akan banyak terbuang dalam 1 menit terbuang sekitar 10 liter.

Mandi menggunakan gayung yang terukur dan seperlunya, daripada pakai kran shower dengan air mengalir atau berendam pada ‘bath-tub’. Demikian pula untuk mencuci mobil, cukup gunakan ember dan gayung daripada menggunakan selang dengan air mengalir.

9

Gunakan air dingin pada mesin cuci daripada air panas. Flush toilet seperlunya (jangan terlalu sering). Pastikan pelampung/radar pada tangki penyimpanan air bekerja dengan baik, demikian juga pada kran dan monoblock di toilet, cegah kebocoran agar tidak boros air. Cuci pakaian dengan air dingin, bukannya air panas.
Gunakan air bilasan cucian pakaian terakhir untuk menyiram tanaman Anda. Gunakan air bilasan cucian beras, buah dan sayur juga untuk menyiram tanaman.
Tadah air hujan dan manfaatkan untuk menyiram tanaman, membersihkan lantai dsb.

v Manfaatkan Sumber Energi dari Alam :

a. Gunakan tenaga surya untuk rumah dan pemanas air.

b. Gunakan sinar matahari untuk mengeringkan pakaian Anda.

c. Gunakan pencahayaan dari sinar matahari secara optimal, bukannya mengandalkan lampu listrik.

d. Buka jendela, agar angin dapat berhembus masuk untuk menyejukkan dan menyegarkan ruangan di rumah anda, daripada menggunakan penyejuk udara buatan yang boros listrik seperti AC.

e. Jika tetap menggunakan AC, jangan lupa bersihkan AC secara teratur, akan menghemat listrik.

f. Jangan lupa setel ‘timer’ pada AC agar berhenti pada saat sebelum fajar.

g. Exhaust fan juga bisa digunakan untuk membantu pertukaran udara segar di dalam ruang, jika sirkulasi angin belum maksimal.

h. Jika ingin, membangun rumah tinggal jangan lupa memanfaatkan sirkulasi udara angin dan cahaya alamiah dari matahari secara optimal. Pada Negara yang sudah sangat peduli Bumi, seperti Swedia, Denmark dan juga Jepang, pemakaian listrik sudah mulai memanfaatkan tenaga kincir angin dan panel surya, mudah-mudahan di Indonesia bisa segera diterapkan juga, mengingat listrik dari PLN pun sekarang belum bisa menjangkau seluruh peloksok daerah terutama daerah terpencil. Sumber energi alam lain yang bisa dimanfaatkan adalah tenaga air (mikrohidro) dan panas bumi (geothermal). Kesemuanya ini merupakan sumber energi alam yang ramah lingkungan.

i. Gunakan juga kaca berwarna hijau untuk mengurangi panas di rumah Anda.

10

v REUSE (Gunakan Kembali) Dan lain-lainnya :

a. Gunakan keramik atau gelas cangkir kopi bukan cangkir sekali pakai seperti yang terbuat dari plastic dan Styrofoam.

b. Gunakan kembali kantong plastik dan wadah penyimpan barang lainnya.
Gunakan kertas bekas surat dan amplopnya, kalender bekas, untuk kertas corat-coret atau catatan keperluan sehari-hari.

c. Gunakan kembali kertas HVS yang baru dipakai 1 muka menjadi 2 muka atau bolak-balik.

d. Gunakan kain serbet, sapu tangan yang bisa digunakan kembali daripada kertas tissue dan kertas pembersih sekali pakai lainnya.

e. Gunakan ‘reusable’ piring, botol minum dan alat makan yang bukan sekali pakai.
Gunakan wadah yang dapat digunakan kembali untuk menyimpan makanan, bukannya aluminium foil dan bahan plastik lainnya.

f. Reuse kemasan dari bahan karton untuk pengiriman barang.

g. Gunakan kembali koran lama untuk membungkus dan ‘mengepak’ barang.
Berbelanja ke toko dengan tas kanvas daripada menggunakan tas kertas dan kantong plastik.

h. Simpan gantungan kawat dan mengembalikan atau menggunakannya kembali ketika ke binatu.

i. Mengecat dengan kuas dan rol yang bisa dipakai lagi daripada menggunakan cat semprot yang mengeluarkan emisi berbahaya.

v REDUCE ( Berhemat ) Dan lain-lainnya :

a. Hemat penggunaan kertas dan tissue karena terbuat dari kayu yang harus ditebang dari pohon di hutan, sedangkan hutan dibutuhkan untuk menetralisir emisi CO2 di udara.

b. Memelihara, merawat dan memperbaiki barang-barang yang kita miliki dan sudah digunakan daripada sering membeli baru.

c. Hanya membeli perangkat mebel. yang benar-benar digunakan.

d. Beli dan gunakan baterai ‘rechargeable’ untuk perangkat yang sering digunakan.

e. Prioritaskan membeli produk yang berlabel ramah lingkungan.

11

f. Beli dan makan sayuran organik, pasti lebih menyehatkan dan ramah lingkungan.

g. Beli produk-produk buatan lokal untuk mengurangi buangan emisi dari transportasi.

h. Beli makanan/minuman, sayuran/buah-buahan lokal, karena lebih murah dan lebih terjamin kesegarannya.

i. Beli produk yang bisa didaur ulang atau terbuat dari bahan daur ulang.

j. Hindari produk dengan beberapa lapis kemasan, jika hanya satu juga cukup. Dengan kata lain jika memungkinkan beli produk dalam jumlah grosir yang lebih murah dan hemat kemasan daripada beli eceran yang lebih mahal dan butuh banyak kemasan. Contoh pembelian sabun cuci ukuran 1 kg, lebih baik dari pada ukuran sachet kecil.

k. Hindari membeli produk makanan yang dikemas dalam plastik atau wadah styrofoam karena tidak dapat didaur ulang.

l. Hindari atau kurangi juga pemakaian peralatan makan/minum seperti sendok/garpu dan sedotan minuman yang terbuat dari plastik.

m. Hindari ‘fast food’ karena jenis makanan ini merupakan penghasil sampah terbesar di dunia, selain itu juga kurang baik terhadap kesehatan.

n. Minimalkan penggunaan pestisida.

o. Hindari penggunaan ‘racun tikus’ dari bahan kimia, jika ingin membunuh atau mengusir tikus, tapi gunakan jebakan tikus tradisional dengan umpan ikan asin misalnya.

p. Berhenti menggunakan semprotan aerosol untuk mengurangi CFC yang akan mengganggu lapisan Ozon Bumi.

q. Kurangi penggunaan bahan kimia saat membersihkan semua sudut rumah.

r. Jangan membeli produk yang dibuat dari hewan langka.

s. Mengurangi konsumsi daging (flexitarian) atau bila memungkinkan jadilah vegetarian.

12

v RECYCLE ( Daur Ulang ) Dan lain-lainnya :

a. Gunakan pakaian yang terbuat dari bahan yang ramah lingkungan.

b. Gunakan tas daur ulang untuk menyelamatkan lingkungan.

c. Recycle segalanya: koran, botol dan kaleng, plastik, kulit, kaca dan aluminium serta bahan anorganik lainnya.

d. Bagi Anda yang suka berkreasi manfaatkan sampah non organik untuk didaur ulang menjadi produk kerajinan tangan yang indah.

e. Kumpulkan sampah dan buang di tempat yang sesuai dengan peruntukkannya, jika memungkinkan pisahkan yang organik dan non organik.

f. Demikian pula pakaian bekas layak pakai dan peralatan rumah tangga yang sudah tidak digunakan atau didaur ulang sebaiknya disumbangkan kepada yang mau menerima dan memanfaatkannya lagi.

g. Jangan biasakan membuang-buang makanan walau sedikit pun karena sisa-sisa makanan dapat mengeluarkan gas metana di tempat terbuka seperti TPA sampah. Kompos sisa sayuran, kulit buah dsb. dari dapur Anda.

h. Mulai olah sampah organik menjadi kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.

i. Kompos daun kering dan sampah, atau bawa ke sebuah tempat pendaur ulang sampah.

v Hijaukan Lingkungan ( Go Green ) Dan yang lainnya:

a. Ayo mulai tanam pohon di halaman rumah (Go Green). Pohon-pohon yang kita tanam di halaman rumah sekecil apa pun halamannya, sudah pasti akan berperan untuk menetralisir CO2 di udara sekaligus menyegarkan dan menyehatkan kita. Jadi jangan ragu untuk mulai menanam pohon dan terus tambah koleksi tanaman di halaman rumah. Mau tanaman hias, bunga, buah atau apotik hidup, sayuran dan bumbu dapur tidak masalah. Dan jika sebagian besar warga bumi melakukannya, akan memberikan manfaat yang sangat signifikan untuk mereduksi CO2 di udara dan pada akhirnya pemanasan global pun dapat diredam.

13

b. Gunakan pupuk organik untuk menyuburkan tanaman, atau pupuk kompos yang bisa kita buat sendiri, lebih hemat dan ramah lingkungan.

v Informasikan Bahaya Pemanasan Global, Dan yang lainnya:

a. Beritahu kepada sebanyak mungkin orang sebagai warga Bumi, akan bahaya Pemanasan Global.

b. Ajarkan anak dan cucu untuk menghormati serta turut menjaga alam dan lingkungan.

c. Luangkan waktu Anda untuk memberi informasi atau terlibat dalam kegiatan sosial untuk membantu menyayangi Bumi.

d. Berikan sumbangan uang, tenaga dan pikiran serta barang-barang yang dapat didaur ulang pada yayasan atau organisasi sosial yang menangani proyek-proyek konservasi alam lingkungan.

v Efisiensi Penggunaan Kendaraan Bermotor :

a. Cari lokasi rumah tempat tinggal yang dekat dengan kantor tempat bekerja atau tempat anak-anak sekolah.

b. Biasakan berjalan atau bersepeda, yang tentunya lebih menyehatkan dan ramah lingkungan, misalnya untuk tujuan dekat seperti berbelanja ke supermarket di sekitar rumah.

c. Untuk jarak yang lebih jauh, jika memungkinkan gunakan angkutan umum massal, seperti busway dan kereta api.

d. Naik kendaraan pribadi bersama-sama secara bergantian misalnya dengan teman atau saudara yang kebetulan searah atau setujuan.

e. Jika harus naik kendaraan bermotor pribadi, untuk bepergian :

f. Gunakan mobil yang sesuai dengan kebutuhan keluarga atau lebih besar.

g. Gunakan energi hijau terbarukan seperti biofuel, antara lain biodiesel dan bioetanol (nama dagang Pertamina : biosolar, biopremium dan biopertamax).

h. Matikan mesin motor/mobil saat pengisian bahan bakar. Jangan mengemudi di atas ambang batas kecepatan yang dianjurkan. Jangan membawa barang-barang yang tidak perlu dalam bagasi mobil. Periksakan mobil secara teratur untuk memastikan dalam kondisi baik. Periksa tekanan angin pada ban mobil secara teratur berkala. Periksa minyak/oli mesin, rem, kopling, gardan dsb. Cek

14

kemungkinan kebocoran atau kerusakan lainnya, dan jangan lupa mendaur ulang minyak/oli motor/mobil anda. Rawat mobil dengan menyetel ulang mesin (tuned up) dan mengganti oli mesin secara berkala, agar kondisi mesin tetap prima saat akan digunakan. Gunakan ban radial untuk meningkatkan kemampuan jalan kendaraan.

i. Jaga kondisi roda ban agar seimbang tidak bergetar dengan melakukan ‘spooring & balancing’ sehingga mobil nyaman dikendarai.

j. Jika harus mengemudi mobil untuk jarak yang sangat jauh, jangan lupa beristirahat misalnya pada ‘rest area’ di jalan tol untuk menjaga stamina pengemudi mau pun kondisi mesin. Beli motor/mobil baru atau pun bekas yang lebih efisien bahan bakar dan menghasilkan emisi buangan yang lebih rendah agar tidak terlalu banyak menyumbang CO2 ke udara. Jika memungkinkan beli dan gunakan mobil ramah lingkungan, misalnya yang menggunakan teknologi panel tenaga sinar matahari dan hibrida.

k. Semoga informasi ini bisa bermanfaat, dan kita juga ikut menjadi sebagai bagian dari solusi, serta ikut berpartisipasi aktif dalam menghadapi Peristiwa Pemanasan Global yang terjadi saat ini. Semoga semua langkah-langkah kecil tersebut di atas jika sebagian besar warga Bumi melakukannya ditambah kebijakan pro lingkungan dari para pemimpin dunia untuk menekan emisi global, khususnya pada Pertemuan Perubahan Iklim di Kopenhagen, dapat memberikan hasil positif demi terciptanya Bumi yang lebih baik agar dapat diwariskan dan dinikmati oleh generasi penerus, yaitu anak cucu kita sendiri.

Hal yang terpenting adalah dibutuhkan kesadaran dan kearifan dari seluruh manusia di muka bumi untuk menyelamatkan bumi itu sendiri. Tanpa dua hal tersebut, harapan untuk menempati lingkungan yang aman dan nyaman sulit kita wujudkan. Sifat ini harus ditanamkan pada pelajar sebagai generasi penerus yang menentukan kemana arah bumi di masa depan, kesejahteraan atau kehancuran.

15
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari pembahasan materi pemanasan global diatas, dapat disimpulkan sebagai berikut.

v Pemanasan global merupakan permasalahan global yang harus segera diatasi.

v Penyebab utama terjadinya pemanasan global adalah adanya efek rumah kaca dan efek umpan balik positif.

v Pemanasan global memberikan banyak sekali dampak negatif terhadap kelangsungan hidup organisme di bumi.

B. Saran

Kami menyarankan kepada segenap lapisan masyarakat, terutama kepada pelajar yang akan memegang tongkat estafet dalam mengelola bumi di masa yang akan datang, untuk lebih bijaksana dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam. Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam haruslah berwawasan lingkungan.

Selain itu, kita harus menanamkan segala kebiasaan yang mampu menekan pemanasan global seperti: menghemat listrik, menggunakan alat elektronik yang hemat listrik dan ramah lingkungan, menghemat BBM, dan melakukan penghijauan disekitas lingkungan kita.

Hal yang terpenting adalah dibutuhkan kesadaran dan kearifan dari seluruh manusia di muka bumi untuk menyelamatkan bumi itu sendiri. Tanpa dua hal tersebut, harapan untuk menempati lingkungan yang aman dan nyaman sulit kita wujudkan. Sifat ini harus ditanamkan pada pelajar sebagai generasi penerus yang menentukan kemana arah bumi di masa depan, kesejahteraan atau kehancuran.

16

DAFTAR PUSTAKA

Hestiyanto, Yusman. 2005. Geografi 1 SMA Kelas X. Jakarta: Yushistira.

Ford, Harry. 2005. Topik Paling Seru: CUACA. Jakarta: Erlangga

Dirjen Penataan Ruang. - . Abstrak Makalah: Antisipasi Dampak Pemanasan Global Dari Aspek Teknis Penataan Ruang. Jakarta: Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah.

Wikipedia Indonesia, http://id.wikipedia.org/wiki/pemanasan_global. 6 Maret 2010. Pemanasan Global.

------, http://id.wikipedia.org/wiki/efek_rumah_kaca. 6 Maret 2010. Efek Rumah Kaca.

------, http://id.wikipedia.org/wiki/protokol_kyoto. 6 Maret 2010. Protokol Kyoto.

------, http://id.wikipedia.org/wiki/gas_rumah_kaca. 6 Maret 2010 . Gas Rumah Kaca.

Google Search, http://www.google.co.id/. 6 Maret 2010. Akibat Pemanasan Global.

------, http://www.google.co.id/. 6 Maret 2010. Hutan dan Pemanasan Global.

------, http://www.google.co.id/. 6 Maret 2010. Deforestasi dan Pemanasan Global.

------, http://www.google.co.id/. 6 Maret 2010. Global Warming or Global Warming?

http://infosayangibumi.blogspot.com/. 6 Maret 2010.

17